Fobia spesifik adalah ketakutan yang beralasan yang disebabkan oleh kehadiran atau antisipasi suatu objek atau situasi spesifik. DSM-IV-TR membagi fobia berdasarkan sumber ketakutannya: darah, cedera dan penyuntikan, situasi (a.1., pesawat terbang, lift, ruang tertutup), binatang, dan lingkungan alami (a.1., ketinggian, air). Fobia tersebut biasanya saling menyertai (komorbid) (Kendler dkk.2001). Angka prevalensi sepanjang hidup berkisar 7 persen pada laki-laki dan 16 persen pada perempuan (Kessler dkk., 1994).
Hal yang ditakuti pada fobia juga dapat bervariasi dalam berbagai budaya. Sebagai contoh, di Cina, Pa-leng adalah ketakutan pada dingin di mana seseorang mengalami kekhawatiran bahwa hilangnya panas tubuh dapat menyebabkan nyawa terancam. Ketakutan ini tampaknya berkaitan dengan filosofi Cina tentang yin dan yang, yin merujuk pada aspek-aspek kehidupan berupa pencairan energi yang dingin dan berangin.
Contoh lain adalah suatu sindrom yang dialami di jepang yang disebut taijin kyofu-sho, ketakutan pada orang lain. Ini bukanlah fobia sosial (dibahas pada bab berikutnya); namun merupakan ketakutan ekstrem untuk mempemalukan orang lain, sebagai contoh, dengan mempermalukan kehadiran mereka, menatap daerah genital, atau menunjukkan wajah aneh. Diyakini bahwa fobia ini timbul dari berbagai elemen budaya jepang tradisional yang mendorong kepedulian yang ekstrem terhadap perasaan orang lain, namun tidak mendorong komunikasi perasaan secara langsung (McNally, 1997). Dengan demikian, kepercayaan yang terdapat dalam suatu budaya tampaknya dapat menjadi sumber ketakutan yang dialami oleh banyak orang.Sumber : Psikologi Abnormal Edisi ke-9 : Gerald C Davidson, John M. Neale, Ann M Kring : 2006
http://www.youtube.com/watch?v=ezVJuhXqc9Q&feature=fvsr
